Aris Munandar
Dr. Aris Munandar, M.A. | |
|---|---|
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 24 Juli 1980 Bandar Lampung |
| Almamater | |
| Nama lain | Ustadz Aris |
| Institusi | Pondok Pesantren Hamalatul Quran |
| Lain-lain | |
| Murid | |
| Situs web | ustadzaris.com |
Dr. Aris Munandar, M.A. adalah dai yang aktif berdakwah mengisi kajian-kajian di daerah Yogyakarta sekaligus juga pengajar di Ma'had Ilmi dan Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an.
Biografi
Pendidikan
Formal
Menjalani pendidikan Sekolah menengah di SMP 1 Pegasih Wates (1994-1997) dan SMU Negeri 1 Wates (1997-1999), kemudian melanjutkan jenjang S-1 di Jurusan Sastra Arab Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, kemudian melanjutkan studi S-2, Jurusan Fikih wa Ushuluhu dengan gelar Magister Pemikiran Islam, M. P. I. di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan meraih gelar Doktor melalui disertasi berjudul "KONTEKSTUALISASI FIKIH MUAMALAH MAALIYAH"[1] pada Program Pascasarjana S-3 Jurusan Studi Islam konsentrasi Fikih Muamalat, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Non-Formal
Perjalanan belajar ilmu agama telah di mulai ketika masih di bangku sekolah dasar, dengan membaca buku-buku seperti Riyadu al-Shalihin karya Imam al-Nawawi serta buku karya Hamka dan A. Hasan. Di usia SMA menimba ilmu dari para kyai di daerah Wates diantaranya adalah belajar kitab Hidayatush Shibyan fi Tajwid Al-Quran, Nahwu Ajurrumiyyah, sebagian Bulughul Maran karya Al-Hafizh Ibnu Hajar, sebagian Shahih Muslim, dan sebagian Risalah ‘Ushfuriyyah dari Kyai Nasrun dari Kedundang Temon. Belajar Tafsir Jalalain, Jawahir Al-Bukhari, ‘Aqidah Sanusiyyah, Qishsah Al-Isra’ wal Al-Mi’raj, Qawa’id al-Lughah Al-‘Arabiyyah serta Irsyad Al-‘Ibad dari kyai Syuhudi yang merupakan lulusan Pondok Tremas Pacitan. Guru berikutnya ialah Kyai Naib Siraji darinya dipelajari Kitab Minhaj Al-‘Abidin karya Abu Hamid Al-Ghazali dan sebagian Syarah Alfiyah Ibnu Malik karya Al-Qadhi Bahauddin Ibnu ‘Aqil. Kepada Kyai Ngadiran -pengasuh Pesantren Syafi’iyyah Wates, belajar Ajurrumiyyah dan bagian akhir-akhir Matan Abu Syuja’. Sementara kepada Kyai Nawai, belajar Qami’ Ath-Thughyan Syarah Manzhumah Syu’ab Al-Iman, At-Targhib wa At-Tarhib, dan Risalah Al-Mu’awanah. Dan kepada Kyai Miswan, belajar At-Targhib wa At-Tarhib karya Al-Hafizh Al-Mundziri, Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir, Tanbih Al-Mughtarrin, dan Al-Adzkar karya Al-Hafizh An-Nawawi. Sedangkan guru-guru dari luar negeri antara lain Syaikh ‘Ali Hasan Abdul Hamid Al-Halab, Syaikh Sulaiman Ad-Dakhil, Syaikh Yusuf Al-Bahuts, Syaikh Sa’d Asy-Syahrani dan Syaikh Sahl Al-‘Utaibi.
Karya
Karya Tulis
- Disertasi Doktoral : KONTEKSTUALISASI FIKIH MUĀMALĀT MĀLIYYAH[1]
Referensi
- ↑ 1,0 1,1 Munandar, Aris (2020). KONTEKSTUALISASI FIKIH MUĀMALĀT MĀLIYYAH (Studi atas Fatwa-Fatwa DSN-MUI dengan Standar Transaksi Accounting and Auditing Organization for Islamic Finance Institutions (AAOIFI) untuk Transaksi Murabahah, Mudarabah Dan Musyarakah) (Tesis PhD). UIN Sunan Kalijaga. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/45727.