Firanda Andirja
Nama lengkap beliau adalah Firanda Andirja Abidin. Beliau lahir pada tahun 1979 di RS Dr. Sutomo, Surabaya. Ayah beliau bernama Abidin dari suku Bugis (Sengkang) dan ibunda beliau bernama Suenda dari Surabaya. Baru berumur seminggu beliau diajak merantau oleh orang tuanya ke Sorong Papua. Maka beliau pun tumbuh dan besar hingga menamatkan pendidikan SMU di kota tersebut.
Setelah lulus SMU pada tahun 1998 Beliau melanjutkan pendidikan S1 di fakultas tehnik jurusan tehnik kimia UGM. Alhamdulillah beliau diterima masuk tanpa test. Namun beliau hanya menjalani kuliah beliau di Tekhnik Kimia sekitar setahun. Beliau tidak menyelesaikan kuliah beliau karena beliau lebih tertarik mendalami bidang agama. Maka Beliau pun mondok di Ponpes Jamilurrahman Bantul, Jogjakarta, sekitar 1,5 tahun. Pada tahun 2000 beliau mengikuti dauroh test penerimaan mahasiswa baru yang diadakan oleh dosen-dosen Universitas Islam Madinah di Lombok. Dalam dauroh tersebut beliau mendapat peringkat 3 dari seluruh peserta yang berasal dari penjuru nusantara.
Sejak tahun 2000 beliau sudah mulai mengisi kajian-kajian Islami di mesjid-mesjid sekitar kampus UGM, seperti mesjid Pogung Dalangan, Mesjid Pogung Raya, mesjid Siswa Graha, dan Musholla fakultas Teknik UGM. Beliau mengisi kajian di aula perkuliahan di hadapan para mahasiswa Fakultas ekonomi dan juga fakultas kedokteran. Beliau juga menyempatkan diri untuk mengisi kajian di luar kota Jogja seperti di kota Wates, Muntilan, dan juga kota Sorong Papua. [1]
Pendidikan
Riwayat Pendidikan
- 1995 - 1998, SMU 1 Sorong
- 1998 - ,Teknik Kimia, Universitas Gadjah Mada
- 1998 - 2001, Ponpes Jamilurrahman Bantul
- 2001 - 2004, S1 Fakultas Hadits, Universitas Islam Madinah
- 2005 - 2009, S2 Jurusan Aqidah, Fakultas Dakwah dan Ushuluddin, Universitas Islam Madinah
- 2010 - 2015, S3 Jurusan Aqidah, Fakultas Dakwah dan Ushuluddin, Universitas Islam Madinah
Guru
- Abu Sa'ad [2]
- Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad (ulama besar kota Madinah). Beliau berguru kepada syaikh Abdul Muhsin selama kurang lebih 5 tahun di Masjid Nabawi.
- Prof. Dr Syaikh Abdurozaq al-Abbad (Pengajar Mesjid Nabawi), yang merupakan guru beliau tatkala di S1, S2, dan S3.
- Prof. Dr Syaikh Ibrahim Ar-Ruhaily (Pengajar Masjid Nabawi), yang merupakan guru beliau tatkala S1 dan S3
- Prof. Dr Syaikh Sholih bin Abdil Aziz Sindi (Pengajar Masjid Nabawi), yang merupakan guru aqidah beliau tatkala S1
Karya
- Tesis S2 :
أَجْوِبَةُ شَيْخِ الإِسْلاَمِ اِبْنِ تَيْمِيَّةَ عَنِ الشُّبُهَاتِ التَّفْصِيْلِيَّةِ لُلْمُعَطِّلَةِ فِي الصِّفَاتِ الذَّاتِيَّةِ(Jawaban Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah terhadap syubhat-syubhat terperinci para penolak sifat yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah adz-dzaatyah). - Tesis S3 :
نَقْضُ اِسْتِدْلَالَاتِ دُعَاةِ التَّعَدُّدِيَّةِ الدِّيْنِيَّةِ بِالنُّصُوْصِ الشَّرْعِيَّةِ(Merobohkan argumentasi para da’i plurasime yang berdalil dengan Al-Quran dan Sunnah) - Ajaran madzhab Imam Syafi yg ditnggalkan oleh sebagian pengikutnya.
- Tafsir Juz Ámma
- Fikih Haji
- Al iman bil yaumil akhir
- 33 banyolan aqidah syiah imammiyah
- Kiat-Kiat membahagiakan istri
- Lerai pertkaian sudahi permusuhan
- Bahaya ghibah
- Hak-Hak Persaudaraan (terjemahan dari ceramah Syaikh Sholeh Alu Syaikh)
- Kiat-Kiat memilih istri idaman
- Mukjizat poligami
- Berjihad melawan riya dan ujub
- Bidah hasanah
- Ketika sang habib dikritik
- Ketinggian Allah diatas mahluknya
- Sejarah berdarah sekte Syi’ah
- Fikih Dzikir Pagi dan Petang