Aris Munandar: Perbedaan antara revisi

Dari Yufidpedia
Loncat ke navigasiLoncat ke pencarian
(←Membuat halaman berisi 'Dr. Aris Munandar, M.A. adalah dai yang aktif berdakwah mengisi kajian-kajian di daerah Yogyakarta. === Pendidikan === Menjalani pendidikan S-1 di Jurusan Sastra Arab Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, kemudian melanjutkan studi S-2, Jurusan Fikih wa Ushuluhu dengan gelar Magister Pemikiran Islam, M. P. I. di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan meraih gelar Doktor melalui disertasi berjudul "KONTEKSTUALISASI FIKIH MUAMALAH MAALIYAH" pada Pro...')
 
Baris 1: Baris 1:
Dr. Aris Munandar, M.A. adalah dai yang aktif berdakwah mengisi kajian-kajian di daerah Yogyakarta.
Dr. Aris Munandar, M.A. adalah dai yang aktif berdakwah mengisi kajian-kajian di daerah Yogyakarta.
=== Pendidikan ===
=== Pendidikan ===
Menjalani pendidikan S-1 di Jurusan Sastra Arab Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, kemudian melanjutkan studi S-2, Jurusan Fikih wa Ushuluhu dengan gelar Magister Pemikiran Islam, M. P. I. di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan meraih gelar Doktor melalui disertasi berjudul "KONTEKSTUALISASI FIKIH MUAMALAH MAALIYAH" pada Program Pascasarjana S-3 Jurusan Studi Islam konsentrasi Fikih Muamalat, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Menjalani pendidikan S-1 di Jurusan Sastra Arab Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, kemudian melanjutkan studi S-2, Jurusan Fikih wa Ushuluhu dengan gelar Magister Pemikiran Islam, M. P. I. di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan meraih gelar Doktor melalui disertasi berjudul "KONTEKSTUALISASI FIKIH MUAMALAH MAALIYAH"<ref>{{cite web|url=https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/45727|title=KONTEKSTUALISASI FIKIH MUĀMALĀT MĀLIYYAH (STUDI ATAS FATWA-FATWA DSN-MUI DENGAN STANDAR TRANSAKSI ACCOUNTING AND AUDITING ORGANIZATION FOR ISLAMIC FINANCE INSTITUTIONS (AAOIFI) UNTUK TRANSAKSI MURABAHAH, MUDARABAH DAN MUSYARAKAH) }}Digilib Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga</ref> pada Program Pascasarjana S-3 Jurusan Studi Islam konsentrasi Fikih Muamalat, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.


Perjalanan belajar ilmu agama telah di mulai ketika masih di bangku sekolah dasar, dengan membaca buku-buku seperti Riyadu al-Shalihin karya Imam al-Nawawi serta buku karya Hamka dan A. Hasan. Di usia SMA menimba ilmu dari para kyai di daerah Wates diantaranya adalah belajar kitab Hidayatush Shibyan fi Tajwid Al-Quran, Nahwu Ajurrumiyyah, sebagian Bulughul Maran karya Al-Hafizh Ibnu Hajar, sebagian Shahih Muslim, dan sebagian Risalah ‘Ushfuriyyah dari Kyai Nasrun dari Kedundang Temon. Belajar Tafsir Jalalain, Jawahir Al-Bukhari, ‘Aqidah Sanusiyyah, Qishsah Al-Isra’ wal Al-Mi’raj, Qawa’id al-Lughah Al-‘Arabiyyah serta Irsyad Al-‘Ibad dari kyai Syuhudi yang merupakan lulusan Pondok Tremas Pacitan. Guru berikutnya ialah Kyai Naib Siraji darinya dipelajari Kitab Minhaj Al-‘Abidin karya Abu Hamid Al-Ghazali dan sebagian Syarah Alfiyah Ibnu Malik karya Al-Qadhi Bahauddin Ibnu ‘Aqil. Kepada Kyai Ngadiran -pengasuh Pesantren Syafi’iyyah Wates, belajar Ajurrumiyyah dan bagian akhir-akhir Matan Abu Syuja’. Sementara kepada Kyai Nawai, belajar Qami’ Ath-Thughyan Syarah Manzhumah Syu’ab Al-Iman, At-Targhib wa At-Tarhib, dan Risalah Al-Mu’awanah. Dan kepada Kyai Miswan, belajar At-Targhib wa At-Tarhib karya Al-Hafizh Al-Mundziri, Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir, Tanbih Al-Mughtarrin, dan Al-Adzkar karya Al-Hafizh An-Nawawi.
Perjalanan belajar ilmu agama telah di mulai ketika masih di bangku sekolah dasar, dengan membaca buku-buku seperti Riyadu al-Shalihin karya Imam al-Nawawi serta buku karya Hamka dan A. Hasan. Di usia SMA menimba ilmu dari para kyai di daerah Wates diantaranya adalah belajar kitab Hidayatush Shibyan fi Tajwid Al-Quran, Nahwu Ajurrumiyyah, sebagian Bulughul Maran karya Al-Hafizh Ibnu Hajar, sebagian Shahih Muslim, dan sebagian Risalah ‘Ushfuriyyah dari Kyai Nasrun dari Kedundang Temon. Belajar Tafsir Jalalain, Jawahir Al-Bukhari, ‘Aqidah Sanusiyyah, Qishsah Al-Isra’ wal Al-Mi’raj, Qawa’id al-Lughah Al-‘Arabiyyah serta Irsyad Al-‘Ibad dari kyai Syuhudi yang merupakan lulusan Pondok Tremas Pacitan. Guru berikutnya ialah Kyai Naib Siraji darinya dipelajari Kitab Minhaj Al-‘Abidin karya Abu Hamid Al-Ghazali dan sebagian Syarah Alfiyah Ibnu Malik karya Al-Qadhi Bahauddin Ibnu ‘Aqil. Kepada Kyai Ngadiran -pengasuh Pesantren Syafi’iyyah Wates, belajar Ajurrumiyyah dan bagian akhir-akhir Matan Abu Syuja’. Sementara kepada Kyai Nawai, belajar Qami’ Ath-Thughyan Syarah Manzhumah Syu’ab Al-Iman, At-Targhib wa At-Tarhib, dan Risalah Al-Mu’awanah. Dan kepada Kyai Miswan, belajar At-Targhib wa At-Tarhib karya Al-Hafizh Al-Mundziri, Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir, Tanbih Al-Mughtarrin, dan Al-Adzkar karya Al-Hafizh An-Nawawi.
Sedangkan guru-guru dari luar negeri antara lain Syaikh ‘Ali Hasan Abdul Hamid Al-Halab, Syaikh Sulaiman Ad-Dakhil, Syaikh Yusuf Al-Bahuts, Syaikh Sa’d Asy-Syahrani dan Syaikh Sahl Al-‘Utaibi.
Sedangkan guru-guru dari luar negeri antara lain Syaikh ‘Ali Hasan Abdul Hamid Al-Halab, Syaikh Sulaiman Ad-Dakhil, Syaikh Yusuf Al-Bahuts, Syaikh Sa’d Asy-Syahrani dan Syaikh Sahl Al-‘Utaibi.
==Referensi==
{{Reflist|30em}}

Revisi per 5 Januari 2023 11.07

Dr. Aris Munandar, M.A. adalah dai yang aktif berdakwah mengisi kajian-kajian di daerah Yogyakarta.

Pendidikan

Menjalani pendidikan S-1 di Jurusan Sastra Arab Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, kemudian melanjutkan studi S-2, Jurusan Fikih wa Ushuluhu dengan gelar Magister Pemikiran Islam, M. P. I. di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan meraih gelar Doktor melalui disertasi berjudul "KONTEKSTUALISASI FIKIH MUAMALAH MAALIYAH"[1] pada Program Pascasarjana S-3 Jurusan Studi Islam konsentrasi Fikih Muamalat, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Perjalanan belajar ilmu agama telah di mulai ketika masih di bangku sekolah dasar, dengan membaca buku-buku seperti Riyadu al-Shalihin karya Imam al-Nawawi serta buku karya Hamka dan A. Hasan. Di usia SMA menimba ilmu dari para kyai di daerah Wates diantaranya adalah belajar kitab Hidayatush Shibyan fi Tajwid Al-Quran, Nahwu Ajurrumiyyah, sebagian Bulughul Maran karya Al-Hafizh Ibnu Hajar, sebagian Shahih Muslim, dan sebagian Risalah ‘Ushfuriyyah dari Kyai Nasrun dari Kedundang Temon. Belajar Tafsir Jalalain, Jawahir Al-Bukhari, ‘Aqidah Sanusiyyah, Qishsah Al-Isra’ wal Al-Mi’raj, Qawa’id al-Lughah Al-‘Arabiyyah serta Irsyad Al-‘Ibad dari kyai Syuhudi yang merupakan lulusan Pondok Tremas Pacitan. Guru berikutnya ialah Kyai Naib Siraji darinya dipelajari Kitab Minhaj Al-‘Abidin karya Abu Hamid Al-Ghazali dan sebagian Syarah Alfiyah Ibnu Malik karya Al-Qadhi Bahauddin Ibnu ‘Aqil. Kepada Kyai Ngadiran -pengasuh Pesantren Syafi’iyyah Wates, belajar Ajurrumiyyah dan bagian akhir-akhir Matan Abu Syuja’. Sementara kepada Kyai Nawai, belajar Qami’ Ath-Thughyan Syarah Manzhumah Syu’ab Al-Iman, At-Targhib wa At-Tarhib, dan Risalah Al-Mu’awanah. Dan kepada Kyai Miswan, belajar At-Targhib wa At-Tarhib karya Al-Hafizh Al-Mundziri, Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir, Tanbih Al-Mughtarrin, dan Al-Adzkar karya Al-Hafizh An-Nawawi. Sedangkan guru-guru dari luar negeri antara lain Syaikh ‘Ali Hasan Abdul Hamid Al-Halab, Syaikh Sulaiman Ad-Dakhil, Syaikh Yusuf Al-Bahuts, Syaikh Sa’d Asy-Syahrani dan Syaikh Sahl Al-‘Utaibi.

Referensi