Aris Munandar: Perbedaan antara revisi

Dari Yufidpedia
Loncat ke navigasiLoncat ke pencarian
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 11: Baris 11:
[[wikipedia:id:Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta|UIN Sunan Kalijaga]]
[[wikipedia:id:Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta|UIN Sunan Kalijaga]]
[[wikipedia:id:Universitas Muhammadiyah Surakarta|Universitas Muhammadiyah Surakarta]]
[[wikipedia:id:Universitas Muhammadiyah Surakarta|Universitas Muhammadiyah Surakarta]]
}}
| disciples = {{plainlist|
* [[Muhammad Abduh Tuasikal|Muhammad Abduh Tuasikal, S.T.,M.Sc.]]
* [[Raehanul Bahraen|dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK]]
* [[Muhammad Saifudin Hakim|dr. M. Saifudin Hakim, M.Sc., Ph.D]]
* [[Amrullah Akadhinta Kertanegara|Amrullah Akadhinta]]
* [[Yulian Purnama|Yulian Purnama, S.Kom.]]
}}
}}
| website = [https://ustadzaris.com ustadzaris.com]
| website = [https://ustadzaris.com ustadzaris.com]

Revisi per 6 Januari 2023 07.17

Dr. Aris Munandar, M.A.
Photo aris-munandar yufidtv 202301.jpg
Informasi pribadi
Lahir24 Juli 1980 (umur 45)
Bandar Lampung
Almamater
Nama lainUstadz Aris
InstitusiPondok Pesantren Hamalatul Quran
Lain-lain
Murid
Situs webustadzaris.com

Dr. Aris Munandar, M.A. adalah dai yang aktif berdakwah mengisi kajian-kajian di daerah Yogyakarta sekaligus juga pengajar di Ma'had Ilmi dan Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an.

Biografi

Pendidikan

Menjalani pendidikan Sekolah menengah di SMP 1 Pegasih Wates (1994-1997) dan SMU Negeri 1 Wates (1997-1999), kemudian melanjutkan jenjang S-1 di Jurusan Sastra Arab Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, kemudian melanjutkan studi S-2, Jurusan Fikih wa Ushuluhu dengan gelar Magister Pemikiran Islam, M. P. I. di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan meraih gelar Doktor melalui disertasi berjudul "KONTEKSTUALISASI FIKIH MUAMALAH MAALIYAH"[1] pada Program Pascasarjana S-3 Jurusan Studi Islam konsentrasi Fikih Muamalat, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Perjalanan belajar ilmu agama telah di mulai ketika masih di bangku sekolah dasar, dengan membaca buku-buku seperti Riyadu al-Shalihin karya Imam al-Nawawi serta buku karya Hamka dan A. Hasan. Di usia SMA menimba ilmu dari para kyai di daerah Wates diantaranya adalah belajar kitab Hidayatush Shibyan fi Tajwid Al-Quran, Nahwu Ajurrumiyyah, sebagian Bulughul Maran karya Al-Hafizh Ibnu Hajar, sebagian Shahih Muslim, dan sebagian Risalah ‘Ushfuriyyah dari Kyai Nasrun dari Kedundang Temon. Belajar Tafsir Jalalain, Jawahir Al-Bukhari, ‘Aqidah Sanusiyyah, Qishsah Al-Isra’ wal Al-Mi’raj, Qawa’id al-Lughah Al-‘Arabiyyah serta Irsyad Al-‘Ibad dari kyai Syuhudi yang merupakan lulusan Pondok Tremas Pacitan. Guru berikutnya ialah Kyai Naib Siraji darinya dipelajari Kitab Minhaj Al-‘Abidin karya Abu Hamid Al-Ghazali dan sebagian Syarah Alfiyah Ibnu Malik karya Al-Qadhi Bahauddin Ibnu ‘Aqil. Kepada Kyai Ngadiran -pengasuh Pesantren Syafi’iyyah Wates, belajar Ajurrumiyyah dan bagian akhir-akhir Matan Abu Syuja’. Sementara kepada Kyai Nawai, belajar Qami’ Ath-Thughyan Syarah Manzhumah Syu’ab Al-Iman, At-Targhib wa At-Tarhib, dan Risalah Al-Mu’awanah. Dan kepada Kyai Miswan, belajar At-Targhib wa At-Tarhib karya Al-Hafizh Al-Mundziri, Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir, Tanbih Al-Mughtarrin, dan Al-Adzkar karya Al-Hafizh An-Nawawi. Sedangkan guru-guru dari luar negeri antara lain Syaikh ‘Ali Hasan Abdul Hamid Al-Halab, Syaikh Sulaiman Ad-Dakhil, Syaikh Yusuf Al-Bahuts, Syaikh Sa’d Asy-Syahrani dan Syaikh Sahl Al-‘Utaibi.

Karya

Karya Tulis

  1. Disertasi Doktoral : KONTEKSTUALISASI FIKIH MUĀMALĀT MĀLIYYAH (Studi atas Fatwa-Fatwa DSN-MUI dengan Standar Transaksi Accounting and Auditing Organization for Islamic Finance Institutions (AAOIFI) untuk Transaksi Murabahah, Mudarabah Dan Musyarakah)[1]


Referensi